Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-ucapan-selamat-datang-di.html#ixzz2ImQSHswT

Kamis, 15 November 2012

Belajar ikhlas

4 hari bahas definisi ikhlas di grup tapi gag nemu pemikiran yang pas...
Ada temen yang bilang lebih baik sedekah gag ikhlas daripada gag sedekah..
Ah saya jadi merasa berdosa kalo belum klik jawabannya...
Akhir wal mentok jalan2 di blog sebelah, nemu tulisan yg bisa mewakili pemahaman saya tentang keikhlasan...
alhamdulillah ya,,,

cekidoottttt,,,,


Ikhlas adalah meniatkan ibadah seorang
muslim hanya untuk mengharap keridhoan dan
wajah Allah semata dan tidak menjadikan sekutu
bagi Allah dalam ibadah tersebut. Ibadah yang
dilakukan untuk selain Allah atau menjadikan
sekutu bagi Allah sebagai tujuan ibadah ketika
sedang beribadah kepada Allah adalah syirik
dan ibadah yang dilakukan dengan niat yang
demikian tidak akan diterima oleh Allah.
Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah
menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dan bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang
seseorang yang berperang untuk mendapatkan
upah dan pujian? Apakah ia mendapatkan
pahala?”
Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjawab, ” Ia tidak mendapatkan apa-apa.”
Orang tadi mengulangi pertanyaannya sebanyak
tiga kali, dan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa
sallam pun tetap menjawab, ” Ia tidak akan
mendapatkan apa-apa. ” Lalu beliau bersabda,
“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu
amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya
dan mengharap wajahNya.” (HR. Abu Dawud dan
Nasai)
Ketahuilah bahwa ikhlas bukanlah
hal yang mudah dilakukan. Ikhlas adalah
membersihkan hati dari segala kotoran, sedikit
atau pun banyak – sehingga tujuan ibadah
adalah murni karena Allah.
Ikhlas hanya akan datang dari seorang muslim
yang mencintai Allah dan menjadikan Allah
sebagi satu-satunya sandaran dan harapan.
Namun kebanyakan orang pada zaman
sekarang mudah tergoda dengan gemerlap dunia
dan mengikuti keinginan nafsunya. Padahal nafsu
akan mendorong seorang muslim untuk lalai
berbuat ketaatan dan tenggelam dalam
kemaksiatan, yang akhirnya akan
menjerumuskan dia pada palung kehancuran di
dunia dan jurang neraka kelak di akhirat.
Oleh karena itu, hampir tidak ada ibadah yang
dilakukan seorang muslim  bisa benar-benar
bersih dari harapan-harapan dunia. Namun ini
bukanlah alasan untuk tidak memperhatikan
keikhlasan. Ingatlah bahwa Allah sentiasa
menyayangi hambaNya, selalu memberikan
rahmat kepada hambaNya dan senang jika
hambaNya kembali padaNya. Allah senatiasa
menolong seorang muslim yang berusaha
mencari keridhoan dan wajahNya.
Tetap berusaha dan berlatih untuk menjadi
orang yang ikhlas. Salah satu cara untuk ikhlas
adalah menghilangkan ketamakan terhadap dunia
dan berusaha agar hati selalu terfokus kepada
janji Allah, bahwa Allah akan memberikan
balasan berupa kenikmatan abadi di surga dan
menjauhkan kita dari neraka. Belajarlah dari generasi terdahulu
yang berusaha ikhlas agar mendapatkan ridho
Allah.
Janganlah menjadi orang-orang yang
meremehkan keikhlasan dan lalai darinya. Kelak
pada hari kiamat orang-orang yang lalai akan
mendapati kebaikan-kebaikan mereka telah
berubah menjadi keburukan. Ibadah mereka
tidak diterima Allah, sedang mereka juga
mendapat balasan berupa api neraka dosa
syirik mereka kepada Allah.
Allah berfirman,
“Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi azab
mereka dari Allah yang belum pernah mereka
perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan
dari apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (Az
Zumar 47-48)
“Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang
orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu
orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka
di dunia, sedang mereka menyangka telah
mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi
103-104)
Harus bersabar dalam belajar
ikhlas. Memalingkan wajah dari pujian manusia
dan gemerlap dunia. Sesungguhnya dunia ini fana
dan akan hancur, maka sia-sia ibadah yang
engkau lakukan untuk dunia. Sedangkan akhirat
adalah kekal, kenikmatannya juga siksanya.
Bersabar di dunia yang hanya sebentar,
karena kita tidak akan mampu bersabar
dengan siksa api neraka walau hanya sebentar.
Intinya setiap saat kt dituntut untuk berusaha belajar ikhlas termasuk dlam urusan sedekah.
Walopun dibilang lebih baik sedekah daripada gag sedekah itu mungkin bisa ditambahin sedikit kata2nya,
walo sedekahnya belm bsa ikhlas tpi paling gag punya harapan kalau tetep bsa jdi pelajaran untuk mengharap keikhlasan supaya sedekah yg kt lakukan gag sia2...
Klo ada kata2 yg msh salah mohon dikoreksi...
Makash...
CMIIW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar